BATAM – Sebuah angka yang sulit diabaikan mengguncang dunia industri di Batam. Bukan satu atau dua kotak barang yang hilang, melainkan 8.250 kotak elektroda diduga raib dari gudang PT Pacific Atlantic Shipyard. Nilai kerugiannya pun tak main-main, diperkirakan mencapai Rp783.750.000.
𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐧𝐲𝐚𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚, 𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐫𝐢𝐛𝐮𝐚𝐧 𝐤𝐨𝐭𝐚𝐤 𝐛𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐝𝐞𝐭𝐞𝐤𝐬𝐢 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐚𝐰𝐚𝐥..?
Dugaan kasus penggelapan dalam jabatan ini akhirnya menyeret seorang pria berinisial 𝐃𝐒𝐑 alias 𝐀𝐒𝐍 (41) yang diamankan jajaran Polsek Sekupang atas perintah Kapolsek Sekupang Kompol 𝐇𝐢𝐩𝐩𝐚𝐥 𝐓𝐮𝐚 𝐒𝐢𝐫𝐚𝐢𝐭, 𝐒.𝐇., 𝐌.𝐇. melalui Kanit Reskrim IPTU 𝐁𝐨𝐛𝐛𝐲 𝐑𝐚𝐦𝐚𝐝𝐡𝐚𝐧𝐚 𝐅𝐚𝐮𝐳𝐢, 𝐒.𝐇., 𝐌.𝐇. pada Jumat (17/7/2026).
Kasus ini mencuat setelah audit stok pada 2 Juli 2026 menemukan perbedaan yang mencolok. Dalam sistem tercatat 8.292 kotak elektroda jenis Golden Bridge Welding Electrode E7024 4.0MM x 400MM, namun saat dihitung secara fisik, yang tersisa hanya 42 kotak.
𝐋𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐣𝐮𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐥𝐚𝐠𝐢, 𝐬𝐞𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐚𝐮𝐝𝐢𝐭 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧, 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐦𝐢𝐧 𝐬𝐭𝐨𝐤 𝐛𝐞𝐫𝐢𝐧𝐢𝐬𝐢𝐚𝐥 𝐘𝐋 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐤𝐮 𝐝𝐢𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐭𝐚 𝐚𝐠𝐚𝐫 𝐬𝐞𝐬𝐮𝐚𝐢 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐭𝐨𝐤 𝐟𝐢𝐬𝐢𝐤. 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚𝐢 𝐣𝐚𝐧𝐣𝐢 𝐢𝐦𝐛𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐬𝐚𝐫 𝐑𝐩. 𝟓 𝐣𝐮𝐭𝐚. 𝐍𝐚𝐦𝐮𝐧 𝐭𝐚𝐰𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭 𝐝𝐢𝐭𝐨𝐥𝐚𝐤, 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐩𝐨𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐩𝐢𝐡𝐚𝐤 𝐦𝐚𝐧𝐚𝐣𝐞𝐦𝐞𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧.
Jika dugaan ini terbukti di pengadilan, maka perkara ini bukan sekadar soal hilangnya barang, melainkan dugaan upaya menghapus jejak melalui manipulasi data. Sebuah pola yang, bila benar, dapat menjadi peringatan keras bahwa kejahatan tidak selalu dilakukan dengan membobol pintu, tetapi juga bisa lahir dari penyalahgunaan kepercayaan.
Dalam penyidikan, polisi telah mengamankan berbagai barang bukti, mulai dari dokumen Purchase Order, Delivery Order, faktur pembelian, hingga surat pengakuan yang dibuat oleh terduga pelaku kepada manajemen perusahaan.
Saat ini DSR alias ASN masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Sekupang. Penyidik terus mengembangkan kasus untuk mengungkap apakah peristiwa ini berdiri sendiri atau terdapat pihak lain yang ikut terlibat.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kebocoran terbesar dalam sebuah perusahaan tidak selalu berasal dari luar pagar. Terkadang, ancaman justru datang dari dalam, ketika kepercayaan diduga berubah menjadi celah untuk merugikan perusahaan. (𝐇𝐚𝐝𝐢𝐠𝐮𝐬)
Posting Komentar