BATAM — Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kampung Pisang, Kel. Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, tidak sekadar menjadi agenda seremonial keagamaan. Di hadapan ratusan jamaah Majelis Taklim Ibu-Ibu, pesan yang disampaikan justru menohok, "π±πππππ πππππ πππππππππ πππππππππ πΉπππππππππ, ππππππ πππ πππππ πππππππππ π ππππ πππππ ππππ ππππππ-ππππ."
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan jamaah Majelis Taklim Ibu-Ibu. Turut hadir Ketua RW 07, Sabar Niryanto, serta Ketua RT 07, Takem.
Peringatan Maulid Nabi menghadirkan Ustadz Erwin dari Kecamatan Bengkong sebagai penceramah.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai teladan, dengan berpegang pada petunjuk Al-Qur'an dan hadis.
Menurut Ustadz Erwin, Maulid seharusnya tidak berhenti pada lantunan shalawat dan acara keagamaan. Nilai terpentingnya adalah bagaimana sunnah Rasulullah diterjemahkan menjadi perilaku nyata di dalam keluarga dan lingkungan sosial.
“Jangan sampai kita ramai memperingati Maulid, tetapi sepi dalam meneladani akhlak Rasulullah,” menjadi pesan yang menggugah jamaah.
Khusus kepada kaum ibu - ibu, Ustadz Erwin mengingatkan pentingnya menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW, di antaranya menjaga aurat, menaati suami dalam kebaikan, serta senantiasa bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT.
Namun, ia juga menekankan satu hal yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan rumah tangga, "π²π¬π±πΌπ±πΌπΉπ¨π΅"..
“Jujurlah di dalam rumah tangga, apa pun keadaannya. Jangan membangun keluarga di atas kebohongan, karena rumah tangga yang kehilangan kejujuran akan kehilangan kepercayaan,” pesan Ustadz Erwin kepada jamaah.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah kehidupan rumah tangga yang semakin kompleks. Sebab, menurutnya, keteladanan Rasulullah bukan hanya untuk dibicarakan di masjid atau majelis taklim, tetapi harus hadir di ruang paling sederhana, " π«π π«π¨π³π¨π΄ πΉπΌπ΄π¨π―".
Maulid Nabi di Kampung Pisang akhirnya menjadi lebih dari sekadar peringatan keagamaan. Ia menjadi ruang untuk mengingatkan kembali bahwa mencintai Rasulullah bukan hanya dengan menyebut namanya, melainkan dengan berusaha menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan.
Maulid bukan tentang seberapa meriah kita merayakan Nabi. Maulid adalah tentang seberapa jauh kita bersedia meneladani Nabi.(π―ππ ππππ)






Posting Komentar