BATAM — Keamanan bukan semata-mata pekerjaan polisi. Ia adalah tanggung jawab bersama, sebab lingkungan yang aman tidak lahir hanya dari patroli dan penindakan, tetapi juga dari komunikasi, kepedulian, serta keberanian masyarakat menyampaikan persoalan.
Semangat itulah yang dibangun jajaran Polsek Batu Ampar Polresta Barelang melalui kegiatan Minggu Kasih Kamtibmas yang digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026, sekitar pukul 09.30 WIB hingga selesai, bertempat di Bengkong Bengkel RT 04/RW 08, Kelurahan Kampung Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara kepolisian dan masyarakat. Bukan sekadar seremoni, melainkan forum untuk mendengar langsung suara warga, menggali persoalan keamanan di lingkungan, sekaligus mencari solusi bersama.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolsek Batu Ampar Iptu Andria, S.H., M.H., Kanit Patroli Iptu Sarijan, Ps. Kanit Binmas Aiptu Icuk Sugiarto, Bhabinkamtibmas Tanjung Sengkuang Bripka Iwan Setiawan, Bhabinkamtibmas Kampung Seraya Aiptu M. Thohir, Bhabinkamtibmas Batu Merah Brigadir Kelfin Agustino Siregar, Bhabinkamtibmas Sei Jodoh Aipda Rio Tanjung, personel Patroli Batara Biru, jajaran Polsek Batu Ampar, serta perwakilan masyarakat.
Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah, S.I.K., M.Si., melalui Wakapolsek Batu Ampar Iptu Andria, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah hadir dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Minggu Kasih merupakan bagian dari upaya kepolisian membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan menampung aspirasi dan masukan warga terhadap persoalan yang ada di lingkungan, sehingga dapat dicarikan solusi dan penyelesaiannya. Kami berharap komunikasi antara masyarakat dengan jajaran Polsek Batu Ampar terus terjalin dengan baik,” ujar Iptu Andria.
Ia menegaskan, keamanan tidak boleh dibangun dengan jarak. Polisi harus hadir, mendengar, dan memahami persoalan masyarakat dari dekat. Karena itu, masyarakat juga diajak meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, terutama dalam mengantisipasi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) maupun berbagai bentuk tindak kejahatan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran Polsek Batu Ampar turut menyampaikan pesan Kapolda Kepulauan Riau dan Kapolresta Barelang agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga Batam sebagai kota yang aman dan kondusif. Penindakan terhadap aksi premanisme dan berbagai bentuk kriminalitas, kata kepolisian, harus berjalan beriringan dengan upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya.
“Polri akan menindak tegas segala bentuk premanisme yang dapat mengganggu keamanan dan iklim investasi di Kota Batam. Namun, menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Dalam sesi dialog, Ketua RT 04, Andi Rahmat, menyampaikan apresiasi atas kegiatan Minggu Kasih yang dinilainya memberikan edukasi Kamtibmas sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada kepolisian. Ia mengatakan, komunikasi antara perangkat RT/RW dengan Bhabinkamtibmas selama ini telah berjalan baik. Setiap persoalan yang muncul di lingkungan dapat segera dikoordinasikan sehingga lebih cepat ditangani. Namun, warga juga menyampaikan harapan agar patroli malam di wilayah RT 04, khususnya Bengkong Bengkel, dapat lebih sering dilakukan.
“Komunikasi dan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas selama ini sudah terjalin dengan baik. Kami berharap patroli pada malam hari di lingkungan RT 04 ini dapat lebih ditingkatkan,” ujar Andi Rahmat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bhabinkamtibmas Kampung Seraya menyampaikan bahwa jajaran Polsek Batu Ampar akan berupaya meningkatkan kegiatan patroli Batara Biru serta melakukan pemantauan secara rutin di wilayah tersebut. Selain patroli, Bhabinkamtibmas juga akan terus melakukan monitoring dan mobile hingga waktu-waktu rawan pada malam hari guna memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Kepolisian juga mengajak warga kembali mengaktifkan siskamling sebagai bentuk partisipasi langsung masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Mari kita terus bersama-sama berkoordinasi dan berkomunikasi. Siskamling juga perlu diaktifkan untuk menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman, tenang, dan terkendali,” ujarnya.
Satu per satu aspirasi warga mendapat tanggapan dari jajaran kepolisian. Dialog pun berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh kebersamaan.
Minggu Kasih akhirnya tidak sekadar menjadi agenda kepolisian, tetapi menjadi pengingat bahwa keamanan adalah hasil dari perjumpaan, ketika polisi mau mendengar dan masyarakat mau peduli. Sebab, ketika negara hadir di tengah masyarakat dan masyarakat ikut menjaga lingkungannya, rasa aman tidak lagi menjadi janji, ia menjadi kerja bersama.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan penguatan silaturahmi antara jajaran Polsek Batu Ampar dengan masyarakat. (𝐇𝐚𝐝𝐢𝐠𝐮𝐬)

Posting Komentar