Batam – Berapa banyak masyarakat yang selama ini menunda mengurus paspor karena terbentur jam kerja..? Pertanyaan itu akhirnya dijawab dengan langkah nyata. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menghadirkan Paspor Simpatik, layanan akhir pekan yang membuktikan bahwa pelayanan publik tidak harus tunduk pada kebiasaan lama yang kerap menyulitkan masyarakat.
Kini, 𝐩𝐞𝐥𝐚𝐲𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐩𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐛𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐞𝐛𝐚𝐤 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐫𝐮𝐭𝐢𝐧𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐛𝐢𝐫𝐨𝐤𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐤𝐚𝐤𝐮. 𝐍𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐝𝐢𝐭𝐮𝐧𝐭𝐮𝐭 𝐦𝐚𝐦𝐩𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐬𝐮𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐛𝐮𝐭𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭.
Sabtu (25/7/2026), Unit Layanan Paspor (ULP) Harbourbay dipenuhi pemohon. Sebanyak 99 permohonan paspor berhasil dilayani, terdiri dari 64 melalui aplikasi M-Paspor dan 35 melalui layanan walk-in. Mulai dari pemeriksaan dokumen, wawancara, pengambilan foto hingga perekaman biometrik berlangsung lancar.
Program ini seolah mengirim pesan tegas: pelayanan publik seharusnya mengikuti kebutuhan rakyat, bukan memaksa rakyat menyesuaikan diri dengan birokrasi. Ketika masyarakat bekerja lima hingga enam hari dalam sepekan, membuka layanan di hari libur bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menegaskan bahwa Paspor Simpatik merupakan wujud komitmen menghadirkan pelayanan yang cepat, nyaman, dan profesional. Layanan ini memberi kesempatan bagi masyarakat yang tidak sempat mengurus paspor pada hari kerja tanpa harus mengorbankan aktivitas pekerjaan maupun pendidikan.
Mengusung semangat "𝐈𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐑𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭", program ini menjadi implementasi arahan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ke depan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam berkomitmen terus menghadirkan inovasi pelayanan yang lebih dekat, lebih mudah diakses, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum.
𝐊𝐞𝐛𝐞𝐫𝐡𝐚𝐬𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐢𝐧𝐬𝐭𝐢𝐭𝐮𝐬𝐢 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐩𝐚 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 𝐚𝐭𝐮𝐫𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐛𝐮𝐚𝐭, 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐩𝐚 𝐦𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐫𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐤𝐞𝐡𝐚𝐝𝐢𝐫𝐚𝐧 𝐧𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚. 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐲𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐤𝐞𝐝𝐚𝐫 𝐬𝐥𝐨𝐠𝐚𝐧, 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐢𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐧𝐢𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐚𝐠𝐚𝐫 𝐛𝐢𝐫𝐨𝐤𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐞𝐧𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐛𝐞𝐛𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫-𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐨𝐥𝐮𝐬𝐢. (𝐇𝐚𝐝𝐢𝐠𝐮𝐬)

Posting Komentar