BATAM, Mengibarkan Sang Saka Merah Putih di tengah keterbatasan tak pernah menyurutkan semangat warga Kampung Pisang, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja. Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, warga membuktikan bahwa rasa nasionalisme tak diukur dari megahnya infrastruktur, melainkan dari solidnya kebersamaan.
Secara mandiri dan mengandalkan swadaya masyarakat, warga Kampung Pisang bahu-membahu merancang serta meramaikan berbagai perlombaan dan kegiatan khas kemerdekaan. Tanpa uluran tangan maupun fasilitas dari perangkat daerah setempat, panggung sederhana dan gelak tawa anak-anak di pemukiman ini menjadi bukti nyata riuhnya pesta rakyat mereka.
Cinta Negara di Rumah "Ruli"
Dibalik kemeriahan tersebut, tersimpan cerita getir yang mendalam dari para penghuninya. Bermukim di kawasan Rumah Liar (Ruli) membuat warga merasa terpinggirkan dari perhatian pemerintah tingkat lokal, baik jajaran kelurahan maupun kecamatan.
"Jangankan pemerintah tingkat atas, tingkat lurah maupun kecamatan seperti menganggap kami tak ada. Segala bentuk pembinaan atau sejenisnya, apalagi bantuan lokal, ntah apa itu, hampir tak pernah ada," ungkap salah seorang tokoh masyarakat yang akrab dipanggil Pak Haji, dengan nada prihatin.
Bagi warga, ketidakhadiran perangkat lokal terasa kian kontras tatkala momen politik atau kepentingan tertentu tiba.
"Meski kami tinggal di rumah ruli, pas Pemilu atau saat ada kepentingannya saja mereka baru sibuk datang. Tapi kalau pas ada perlunya saja baru kami dipanggil. Dari pemerintah daerah seperti kelurahan dan kecamatan jujur tidak pernah memperhatikan kami," lanjutnya.
Apresiasi Pusat, Minta Lokal Jangan Tutup Mata
Meski menyimpan kekecewaan terhadap perhatian aparatur kecamatan dan kelurahan, warga Kampung Pisang tidak menutup mata terhadap program pemerintah pusat yang menyentuh kawasan mereka, seperti program bantuan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, mereka tetap menaruh harapan besar agar jajaran aparatur di tingkat Kelurahan Baloi Indah dan Kecamatan Lubuk Baja mau turun ke lapangan, merangkul, serta memberikan pembinaan sosial bagi warga tanpa memandang status pemukiman.
"Kami Ada, Jangan Lupakan Kami"
Semangat merayakan HUT RI ke-81 secara mandiri ini menjadi simbol teguran halus sekaligus harapan besar warga Kampung Pisang. Status tempat tinggal mungkin serba terbatas, namun hak untuk diperhatikan sebagai warga negara tetaplah sama.
"Kami sadar kami tinggal di rumah ruli. Namun demikian, kami jangan dilupakan," pungkas warga, mengaitkan asa pada peringatan kemerdekaan tahun ini.
Melalui kemeriahan yang mereka ciptakan dari kantong sendiri, warga Kampung Pisang telah mengetuk pintu hati para pemangku kebijakan: bahwa di sudut Lubuk Baja, merah putih tetap berkibar gagah dari tangan-tangan warga yang merindu perhatian.(Red)

Posting Komentar